Mengayomi Anak


Saya adalah orang sangat beruntung dapat hidup di keluarga yang harmonis, hubungan antara orang tua dan anak sangat komunikatif, tidak pernah ada perkataan kasar dari orang tua kepada anak, dan baik dari segi cara mendidik. Kehidupan orang tua saya yang harmonis tidak terjadi karena tingkat ekonomi keluarga saya yang tinggi, tetapi lebih karena saling pengertian, dewasa, dan “agama” yang saling menghargai satu sama lain. Disisi lain, saya melihat berbagai macam kekerasan dalam kehidupan rumah tangga yang disebabkan karena lemahnya faktor ekonomi di keluarganya. Kalau sekilas saya renungkan, bahwasanya sesuai dengan potongan ayat al quran berikut ini :

{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ}

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Berdasarkan ayat tersebut sudah sangat jelas bahwasanya seorang laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan. Zaman sekarang, “tidak semua” perempuan mampu dan bersedia untuk dipimpin oleh lelaki, yang jelas-jelas adalah suaminya sendiri. Berawal dari kasus tersebut, maka keluarga akan mengalami keretakan pondasi awal keluarga, dimana seorang suami yang seharusnya menjadi pemimpin keluarga malahan tidak ada kekuatan untuk membimbing anak dan istrinya.

Syukur alhamdulilah, keluarga saya di kampung kecil adalah keluarga yang sangat mengayomi anak, selalu berkata yang baik-baik, dan menjadi panutan yang baik bagi anak-anaknya. Maka sudah sepantasnya para pembaca sekalian bersyukur, apabila keluarga dirumah adalah keluarga yang harmonis. Diluar sana sudah sangat banyak keluarga yang berantakan, keluarga yang hanya memikirkan tingkat konsumsi kebutuhan melebihi penghasilan yang diperoleh, dan masih banyak yang lainnya.

Sebagai penutup artikel pertama saya di bulan november 2016 ini, saya ingin berpesan kepada pembaca sekalian yang sudah berumah tangga/bapak rumah tangga, bahwasanya kita semua perlu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Ditengah suasana Indonesia yang tidak memungkinkan, Dorongan kebutuhan ekonomi yang makin tinggi tiap tahunnya, maka hanya dengan menyerahkan semuanya kepada Allah – lah, nantinya akan menentramkan hati kita dari keterbatasan dan kekurangan. Tetap Tawakkal dan Khusnudzon. Takdir Allah adalah yang paling baik untuk kita semua.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.