Perjalanan Jember ke Bogor


Hari ahad, 12 Juni 2022, saya berkesempatan untuk mengunjungi kota hujan, alias Bogor untuk menunaikan “tugas”. Rasanya sudah lama sekali saya belum pernah mampir ke bogor lagi setelah dulu (jaman SMA kalau tidak salah) pernah mampir ke bogor, tepatnya ke kebun raya. Bagaimana perjalanan ke bogor kali ini? Yuk cermati cerita dikit saya.

  1. Memilih kendaraan transportasi
    Perjalanan ke bogor dari jember bisa dikatakan perjalanan yang sangat jauh karena berangkat dari ujung timur pulau jawa sampai hampir ujung barat pulau jawa. Apalagi belum ada kereta api yang mendukung untuk perjalanan dari Jember ke Bogor. Ada kereta pun harus pesan kereta jurusan jember – surabaya, lalu surabaya – jakarta dan pindah jakarta – bogor. Tentunya ini sangat tidak efisien karena selain biayanya lebih mahal, kita juga harus pindah-pindah kereta dan juga harus menunggu sesuai jadwal keberangkatan kereta.

    Perjalanan ke bogor kali ini, saya menggunakan bus gunung harta, yang dapat dipesan di sebelah timur pom bensin (sebelum terminal tawangalun). Sebenarnya ada banyak pilihan bus, misal rosalia indah, pahala kencana, lorena, dll, namun kebetulan saat itu saya pilih gunung harta karena waktu sampai di bogor lebih baik (sekitaran jam 6 pagi).

    Tiket bus gunung harta Jember ke Bogor per juni 2022 seharga 400 ribu, sudah termasuk snack dan makan (di Ngawi). Perjalanan menggunakan bus ini terbilang menyenangkan, kursi duduknya enak, sopir dan kernet ramah, ada toiletnya, ada air panas dan kopi sachet (dengan jumlah terbatas), dan lain-lain. Perjalanan dari jember dilalui dengan lancar sampai di probolinggo langsung masuk tol di leces. Sesekali bus keluar tol untuk menjemput paketan, dan penumpang kemudian masuk ke tol kembali. Perjalanan dari jember ke bogor full melalui tol transjawa, alhasil jauh lebih cepat, bisa dibayangkan kalau tidak lewat tol, mungkin bisa berhari-hari di jalan ya. Sesampainya di bogor, saya berhenti di sekitaran baranang siang. Secara keseluruhan saya puas dengan gunung harta, terima kasih ya.
  2. Naik angkot
    Sesampainya di sekitaran baranang siang, saya pun bingung karena tidak punya saudara, tidak punya teman (ada sih cuma malu aja kalau nyuruh jemput saya), alhasil saya pengin iseng-iseng naik angkot kota bogor. Supaya gak nyasar, saya pun tanya ke sopir angkot dengan tujuan ke jalan dramaga, dan saya disarankan untuk menggunakan angkot nomor 3. Setelah naik angkot nomor 3, cukup nyentrik sopirnya kala itu, dengan style gondrong dan musik ala-ala sunda, si sopir langsung tancep gas dan sesekali saling menyapa antar sopir angkot. Angkot 3 ini ternyata tidak mengantar sampai jalan dramaga melainkan hanya sampai di terminal laladon, dan saya harus naik angkot lagi (lupa nomornya) yang tujuan jalan dramaga. Karena saya tidak tau, alhasil saya asal naik angkot, namun tidak sampai tersesat hanya saja saya bisa turun di sekitaran luar kampus IPB. Sesampainya diluaran kampus, saya mencoba cari-cari masjid, untuk cuci muka, shalat, tiduran dan lain-lain sampai pukul 09:00. Kemudian setelah itu pesan ojek online untuk cari kosan karena kebetulan saya ada kerjaan disekitaran bogor.
  3. Cari kos
    Perjalanan saya cari kos tidak begitu rumit, karena warga bogor maupun pendatang sangat ramah dengan saya. Saya awalnya mencari kos dengan referensi kos dari mamikost. Sempat pesan dari mamikost namun ditolak karena jumlah kamarnya habis (sudah terisi semua) padahal di aplikasi masih ada kamar kosong. Dari referensi mamikost, saya coba cari di aplikasi ojek online, lalu saya ke alamat kos tersebut dengan ojek online. Setelah berada di alamat kos, rupanya tidak ada orang atau pengelola kos yang keluar ketika saya panggil-panggil, padahal posisi saya saat itu sudah berada di dalam pagar dan didepan kos. Alhasil sayapun harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, karena kebetulan alamat kos ini cukup jauh dari pemukiman mahasiswa lainnya (sekitaran di belakang jalan alternatif IPB). Karena cukup jauh, sayapun mencoba memesan layanan ojek online kembali agar diantarkan ke sekitaran kampus IPB, sampai juga di jalan babakan. Di jalan babakan, saya mencoba masuk di gang-gang, mulai dari babakan raya 1,2,3,4,5 dan 6. Dari arahan dan masukkan orang-orang, maka saya diarahkan untuk kos disekitaran babakan raya 6, dan akhirnya dapat juga kos di bara 6. Walaupun sudah mendapat kamar kos, namun karena saya datangnya mendadak, alhasil kamar kos tersebut masih kotor, sehingga pengelola kos harus membersihkan dengan cepat. Namun, malamnya saya tetap bisa tidur di kos dengan kondisi ala kadarnya. Sempat ingin cari kos lain, karena cuaca mendung akhirnya saya memutuskan kos disitu namun harga kosnya cukup mahal karena kebetulan kamar saya muat untuk 4 orang dan sudah disediakan 2 kasur tidur. Overall saya terima dan saya syukuri karena untuk tempat tinggal sementara, tidak masalah bagi saya.
  4. Keliling kampus
    Di hari-hari berikutnya, saya mencoba untuk keliling kampus IPB di jalan dramaga. Pengalaman pertama saya bisa masuk ke kampus ini, karena mumpung lagi di bogor jadi saya coba memaksimalkan waktu untuk bisa keliling kampus dan mencoba kuliner. Pertama-tama saya masuk melalui pintu disebelah kopma IPB (sebutannya bukan kopma, agri apa gitu ya) lalu saya menyusuri jalan, dan menunggu halte bus bareng mahasiswa. Karena penasaran akhirnya saya pun ikut naik bus dan turun di sekitaran departemen perikanan karena khawatir kejauhan. Lalu naik lagi di halte depan departemen perikanan dan turun lagi di halte fakultas pertanian. Belum banyak yang bisa saya eksplorasi di IPB karena waktu terbatas, mungkin lain waktu bisa diceritakan lagi.
  5. Keliling kota bogor
    Di masa-masa senggang, saya kebetulan mencoba mengeksplorasi kota bogor, maklum lah namanya pendatang jadinya rasa ingin taunya tinggi. Untuk berkeliling, saya pakai angkutan umum, karena tidak punya kendaraan sendiri pastinya 🙂
    Angkutan umum pertama adalah angkot jurusan terminal bubulak. Kemudian lanjut dengan transpakuan untuk berkeliling kota sampai dengan ciawi lalu kembali lagi ke dramaga. Menarik juga keliling bogor namun belum sempat mampir ke area-area wisata seperti kebun raya, istana bogor, mall, dan lain-lain.

Nah barangkali seperti itu cerita singkat perjalanan saya ke bogor. Bagi yang nanya ngapain keluyuran ke bogor? you know lahhh…

Sekian dulu ceritanya, sampai jumpa di perjalanan berikutnya. Wassalamualaikum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.