Mie Nyonyor Khas Jember


Bagi warga jember yang berada di area kampus, tentunya pernah mendengar warung mie yang istimewa di sekitaran jalan karimata, sebut saja namanya adalah Mie Nyonyor. Kena dibilang nyonyor? menurut saya dikarenakan rasanya mie ini mempunyai level atau tingkat pedas dari yang gak pedas sampai sangat pedas (level 1-5).

Bagi para kulineran sejati tentunya menu pedas yang ditawarkan oleh mie nyonyor akan sangat menarik untuk dicoba.

Berikut ini merupakan dokumentasi saya tentang mie nyonyor :

Menu Mie Nyonyor Khas Jember
Menu Mie Nyonyor Khas Jember
Mie Nyonyor Khas Jember
Mie Nyonyor Khas Jember

Sekarang lokasi mie nyonyor sudah pindah, dari semula jalan semeru, pindah ke jalan karimata sekitaran depan hotel royal.

Menu mie ini tentunya layak untuk dicoba.

Happy Kuliner ya 🙂

Nasi Pecel Madiun Depan Dinas Pendapatan Jember


Pada kesempatan kali ini, saya ingin mendokumentasikan kuliner yang menarik yang berada di seputaran jember kampus. Kuliner ini adalah Nasi Pecel Madiun. Walaupun nama warungnya adalah nasi pecel, namun menu makanannya tidak hanya nasi pecel saja namun juga ada lagi, yaitu lontong kare, lontong sayur.

Apabila saya pergi ke kantor pada pagi hari, hampir pasti saya mampir ke warung nasi pecel ini. Apabila mampir pada pukul 06.00 – 09.00 maka anda akan mendapatkan teh anget gratis.

Lontong Sayur Dan Telur Bali
Lontong Sayur Dan Telur Bali
Nasi Pecel Madiun dan Telur Dadar
Nasi Pecel Madiun dan Telur Dadar

Menarik sekali bukan? Selamat mencoba 😀

 

Bakso Kepala Bayi Khas Jatibanteng Besuki Situbondo


Akhirnya saya berkesempatan untuk menuliskan kembali, catatan kulineran tentang bakso. Pada kesempatan kali ini, saya mencicipi salah satu kuliner yang unik di area situbondo, tepatnya di desa jatibanteng, kecamatan besuki.

Momen ini sebenarnya tepat dengan momen saya mengikuti agenda KKN kampus, untuk mendampingi para mahasiswa terjun di lokasi. Eh, kebetulan ada warung spesial yang bernama bakso kepala bayi. Kenapa kepala bayi ya? karena baksonya/pentolnya hampir sebesar kepala bayi, jadi dinamakan bakso kepala bayi kali ya?

Berikut ini beberapa dokumentasi bakso yang berhasil saya dapatkan :

Bakso Kepala Bayi Jatibanteng Besuki Situbondo
Bakso Kepala Bayi Jatibanteng Besuki Situbondo
Bakso Kepala Bayi Jatibanteng Besuki Situbondo
Bakso Kepala Bayi Jatibanteng Besuki Situbondo

Istimewa bukan? terakhir saya membeli bakso ini kalau ndak salah sekitar Rp. 15.000,- per porsinya. Baksonya bikin perut menjadi enek, karena kebanyakan dagingnya. Tetapi rasa dari bakso ini adalah istimewa.

Sampai jumpa di kulineran lagi selanjutnya.

Nasi Rawon dan Nasi Pecel Sebelah Telkom Pasar Tanjung


Pada kesempatan kali ini, saya ingin menuliskan dokumentasi kuliner yang menarik seputaran jember lagi, tepatnya di warung kaki lima, setelah lampu merah pasar tanjung. Menu ini sebenarnya menu yang sangat sederhana dikarenakan dari lokasinya yang berada di pinggir jalan sehingga banyak orang yang menyepelekan kualitas makanannya. Saya pun penasaran ingin mencoba menu kuliner disini, makanya langsung saja saya meluncur deh.

Berikut ini merupakan dokumentasi yang sempat saya ambil di warung tersebut.

Warung Barokah Pasar Tanjung
Warung Barokah Pasar Tanjung – Menu Nasi Rawon
Warung Barokah Pasar Tanjung
Warung Barokah Pasar Tanjung – Menu Nasi Pecel Yahudd
Warung Barokah Pasar Tanjung
Warung Barokah Pasar Tanjung – Menu Nasi Rawon Istimewa
Warung Barokah Pasar Tanjung
Warung Barokah Pasar Tanjung

Menarik untuk dicoba lho bagi para kuliner sejati di kabupaten jember, rasanya yang khas, harganya yang merakyat, bisa jadi tambahan list kulineran Anda.

Sampai jumpa di kuliner jember selanjutnya.

Tersesat di Paiton


Pada kesempatan kali ini, saya ingin bercerita bagaimana perjalanan (baca : trip) saya ke paiton probolinggo dalam rangka “kondangan” yang tak terduga dan tak terencana. Awal kisahnya sebenarnya berasal dari Anti. Anti mempunyai sahabat satu kamar ketika dia berada di pondok pesantren sekitaran area probolinggo. Sahabat tersebut sebut saja “koten” menikah dengan pasangannya yang sudah bertahan selama bertahun-tahun dari sejak di pondok pesantren sampai dia kuliah, Alhamdulilah eaaa.

Menyebut-nyebut nama PAITON, tentunya saya langsung terfokus pada PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) terbesar di Pulau Jawa yang terdapat pada Paiton Probolinggo. PLTU ini mempunyai lahan yang besar dan luas, terdapat pada perbatasan antara probolinggo dengan situbondo. Para pekerjanya juga banyak, truk-truk PLTU yang lewat juga tidak kalah banyak.

Perjalanan ke Paiton, saya mulai dari jember, bondowoso, arak-arak, besuki kemudian sampai juga di paiton, tepatnya di daerah kota anyar. Baru kali ini, saya bisa menginjakkan kaki di paiton, dan alhamdulilah karena penumpang saya itu hafal betul kondisi medannya, maka saya tidak tersesat dalam perjalanan kali ini.

Beberapa dokumentasi yang sempat saya ambil :

Es Degan Arak-Arak Situbondo
Es Degan Arak-Arak Situbondo
Ayam Goreng Dan Nasi Goreng Malindo Khas Paiton Probolinggo
Ayam Goreng Dan Nasi Goreng Malindo Khas Paiton Probolinggo
Resepsi
Resepsi
Resepsi
Resepsi
Rumah Makan Malindo Probolinggo
Rumah Makan Malindo Probolinggo
Nasi Goreng Malindo Khas Paiton
Nasi Goreng Malindo Khas Paiton
Pengantin
Pengantin
Hiburan Pengantin
Hiburan Pengantin
Pengantin Baru
Pengantin Baru
Nasi Rawon dan Sate Sapi
Nasi Rawon dan Sate Sapi

Selesainya acara ini sore hari, saya pun kemalaman sampai rumah karena pada lokasi kami sempat tunggu menunggu dengan saudara anti. Sekitar magrib, saya menyempatkan diri untuk mampir di bondowoso untuk membeli oleh-oleh tape buat rekan-rekan satu kos. Alhamdulilah akhirnya saya sampai rumah dengan selamat. Syukur alhamdulilah.

Semoga lain waktu bisa berkunjung lagi ke paiton, karena saya belum sempat jepret-jepret paiton mengingat waktu saat itu sudah terlalu sore. Rencana ingin mampir di pantai pasir putih pun terpaksa saya batalkan karena memang kemalaman.

Sampai jumpa di trip saya selanjutnya !!!