Momen Syawal Momen Pernikahan


Syukur Alhamdulillah Selalu Saya Panjatkan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, karena masih bisa diberikan kesempatan menikmati indahnya Ramadhan dan Syawal 1436 H (tahun 2015). Ramadhan tahun 2015 ini adalah tahun keempat saya melaksanakan ibadah puasa di kota perantauan. Mungkin bukan hanya tahun ini saja, namun tahun-tahun berikutnya juga akan bertahan di kota perantauan saya.

Momen ramadhan 1436 H tentunya berhasil saya lewatkan dengan baik, walaupun ibadah yang saya jalankan tidak ada yang baik menurut saya. Ramadhan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena saya berjumpa dengan teman-teman yang baru, tempat tinggal baru namun tidak mempengaruhi apapun dengan kegiatan saya sehari-hari.

Ramadhan 1436 H tahun ini memang berkesan, namun saya berharap pada ramadhan tahun depan lebih berkesan lagi (ditemenin istri mungkin ya? 🙂 ), mengingat rekan-rekan saya semuanya sudah berkeluarga, Alhamdulilah. Semoga masih bisa dipertemukan kembali dengan ramadhan tahun depan. Aamiin.

Terhitung H-4 saya mudik ke kampung halaman saya, Alhamdulilah masih dipertemukan dengan kedua orang tua saya. Terhitung sekitar 3 hari saya menikmati berpuasa di rumah.

Alhamdulilah pada 1 syawal saya dapat menikmati ibadah bersama orang tua, dan harapan saya seterusnya dapat beribadah sholat ied dengan orang tua di alun-alun, mengingat tidak ada yang mau mengantarkan ayah saya.

Kebahagiaan bulan Syawal pun terasa lengkap, karena pada tanggal 29 July 2015, kakak saya resmi melepas masa lajangnya di usia 33 tahun (tua juga ya? hehehe ). Dari segi usia terkesan “telat” menikah tetapi memang jodohnya baru dipertemukan saat ini, jadinya tidak ada istilah terlambat menurut saya.

Resepsi diadakan dua kali, di rumah wanita dan di rumah orang tua kami. Resepsi yang diadakan sederhana tapi meriah dengan tamu, karena dari segi keluarga memang banyak baik dari keluarga wanita maupun keluarga orang tua kami.

Resepsi Nikahan
Resepsi Nikahan

Acara “besar” dan “sakral” ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh keluarga kami, oleh karena itu banyak sekali kekurangannya. Semoga pada acara lain waktu dapat lebih memberikan manfaat dan keceriaan bagi orang lain.

Setelah resepsi selesai, akhirnya saya kembali ke kota perantauan. Sedih rasanya jauh dari orang tua, akan tetapi hidup mandiri jauh lebih baik daripada harus bersama orang tua tetapi tidak bisa hidup mandiri dan terus “minta” kepada orang tua.

Selamat menempuh hidup baru kakakku, Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warrahmah 🙂

Momen Syawal Momen Pernikahan

Iklan